Sabtu, 13 November 2010

iam home El...

Im home now..
I brought up all i saved for you..
About the sky
About the flower blooms
About the smell of rain
About the sun
About the star
Imiss u El..
And im home now..
For you...


Published with Blogger-droid v1.6.5

Jumat, 12 November 2010

Rela,Menerima,Mau..

Saat saya sedang kumat blankspot.com nya,saya di 'colek; Nya ke sekian kali. Dan akhirnya colekan itu berhasil membuat ke'ndlahoman' saya hilang.. Kali ini saya di bawaNya melihat sebuah pohon. Pohon yang rindang,tidak berbuah banyak (karena mungkin belum musimnya),tidak begitu lebat dan kayu-kayunya mulai di makan rayap dan di jelajahi smeut di mana-mana. Di atas dahan-dahannya ada beberapa burung-burung mungil yang hinggap dan bernyanyi dengan riangnya. Sekilas saya melihatnya,sangat damai dan menyenangkan dalam hati ini. Suasana sunyi,dengan di iringi musik alam,sungguh meditasi alam yang top markatop :) Tapi bila di lihat dan di cermati,ternyata semuanya jadi lebih mendalam dan membuat saya jadi trenyuh dan terharu (agak mrebes mili sedikit). Ternyata saya melihat pohon itu begitu mennderita. Daun-daunnya jatuh tertiup angin. Tidak semuanya kering dan terbuang. Tapi daun-daun yang baru tumbuh dan masih hijau juga ikut terinjak oleh kaki. Dan perlahan tapi pasti,burung-burung pun mulai pergi meninggalkannya. Sebagai gantinya,justru serangga,rayap dan semut merah menjelajahi kayu-kayunya,merangsek menggerogoti kayu-kayunya. Dan musim yang tak bersahabat membuatnya berjuang mencari sumber air untuk kehidupannya... Kalo bisa berbicara pasti pohon itu curhat dan menangis.. Bayangkan seandainya kita yang mengalaminya.. di tindas,di jatuhkan,di caci,di hinakan,di paksa,di pukul,di nistakan,di tarik,...dan kita sungguh sungguh tak mau mengalaminya...apa yang kita punya di rampas dan di paksa oleh suatu keadaan,dan apa yang kita miliki harus kita lepaskan dengan terpaksa..dan kita masih harus berjuang untuk menghidupi diri kita sendiri.. Belajar... belajar.. dan belajar.. Dari sebuah pohon yang sederhana,yang tak di sukai orang karena tak ada buah yang bisa di ambil,yang menjadi sarang semut,yang merelakan kayunya di gerogoti rayap,yang merelakan daun seumur seharinya jatuh dan di injak,yang merelakan teman burung mungilnya terbang begitu saja,yang merelakan dirinya hanya sebagai terminal persinggahan burung-burung itu, rela.. mau.. menerima.. dengan apa lagi ia bisa bertahan kecuali hanya dengan ke 3 hal itu.. Saya sangat berterima kasih karena saat saya sedang sakit,Dia menuntun saya pada kemahNya untuk singgah dan menentramkan batin saya yang letih..Dia memberikan pelajaran berharga dalam ketiadaan saya,,membuat saya kembali sehat,segar dan hidup.. Sebuah penderitaan akan selalu kita alami,karena itulah kita hidup. Kita hidup untuk menghidupi diri kita,untuk bangkit saat kita jatuh,untuk bangun saat kita tersadar,untuk menggenggam saat tangan kita belajar untuk menggapai,,, Dengan belajar untuk meenerima,rela,dan mau..kita akan senantiasa melihat suatu masalah bukan dari salah sudut saja..namun selalu ada sudut lain yang akan membuatnya menjadi suatu pemecahan yang sempurna.. ~~~kenangan saat sakit dan rehat sejenak~~~

Rabu, 27 Oktober 2010

i learn

when ever i am baby i learn to crying
when ever i grow up i learn to understand
when ever i fall i learn to stand up
when ever i false i learn to make it up better
when ever i hurt i learn to treat it
when ever i am lonely i learn to speak with my self
when ever i hate i learn to love
when ever i dream i learn to gapple
when ever i declined i learn to accept
when ever i lost i learn to struggle

when ever i live,i try to life...

Minggu, 24 Oktober 2010

~~Ayer~~


ayer

es cuando todavía estamos mirando al cielo en Annuntiata iglesia St.Maria en la pequeña ciudad de mi nacimiento,tan hermosa ..donde nos conocimos y me enamoré de ti ..tal vez usted nunca sabrá cuánto dolor en esta ocasión,mirar el cielo en el mismo lugar hace 3 años cuando nos conocimos,dolor que no sé cuándo va a curar ..y sé que nunca voy a encontrar una cura ..



Hace ...  tres años que había descansado mi alma a ti ....

Rabu, 20 Oktober 2010

3 years..


three years ago,
where we saw the blue sky,
we sat on a bench painted gray ..
your eyes are still the same,
with the same smile,
all the same ..
only one is not the same ..
our story, three years now ..
encounter, now turned into a farewell,
though not extraordinary encounter
which ends with a farewell sweet,
but it was enough for me,
staring at your eyes, your smile,
watching your back away and getting away from the dark gray bench now ...
too quiet and sad ..
but it was enough for me ...

(a part of My Prose Book)

jogjakarta,2009

Jogjakarta,2009

Aku mengenalmu satu tahun lalu di sebuah jalan,di perempatan Malioboro. Saat itu kau mengenakan sweater hitam kesukaanmu. Kau yang begitu menawan dengan tawa dan binar indahmu. Sempat ku cemburu pada siapa saja yang dekat padamu,meski ku tahu aku tak berhak memilikimu. Sebuah luka dalam buntalan ketegaran kau bungkus rapi di sana. Aku bahkan menahan pilu setiap kali bibir pucatmu menahan derita dalam dadamu. Andai kau tau,betapa ingin ku rasakan tiap inci kepedihan itu,agar kau bisa berbagi. Tapi kau tak mau.
Saat itu gerimis turun dengan ramainya. Beberapa orang berlari mencari pelataran toko untuk berteduh. Semakin lama bertambah lebat menjadi hujan. Pedagang kaki lima bergegas mengemasi dan menyelamatkan dagangannya. Namun kau,dengan ketenanganmu,mengembangkan payung hitammu,dan memeluk bahuku erat. Kita berpayungan dalam derasnya hujan yang menjadikannya sebuah harmoni. Wajahmu yang pasi tersenyum padaku.
Bukan karna dingin yang menggigit. Tapi aku tau pasti karna sesak dalam dadamu yang kau tahan… Kau yang tegar dan kuat. Aku sungguh terpikat. Sungguh aku tak pernah mneyesali setiap tetesan air yang menerpa rambut dan kemejaku, dan celanaku,aku terlalu hangat dalam kelekatan ini.
Tepat satu tahun sudah. Aku kembali berjalan di jalan tempat kita berdua melangkah dalam lebatnya hujan malam. Sempat aku terhanyut dalam keharuan yang membuat hatiku biru. Sebuah biru yang lebam. Aku selalu merasa kau ada di sini. Dan senyum indahmu menyapaku,dengan pijar matamu yang menyamai bintang selatan. Aku tau,sebuah kerinduan ini tak akan pernah terjawab dan tak akan pernah aku tanyakan,dan selamanya hanya akan jadi sebuah hal yang menjadi keliman. Sebuah rindu yang tak pernah menjadi sebuah hal yang rapi dan indah.
Aku selalu menyimpan setiap keping kenangan yang telah menjadi serpihan,meski orang bilang serpihan tak berguna dan akan jadi barang buangan,tapi untukku,serpihan adalah robekan-robekan indah yang seharusnya di simpan dan di kumpulkan untuk menjadi keindahan meski tidak sesempurna asalnya.


Hujan kali ini sangat deras. Tapi aku menikmatinya. Bukankah karna hujan kita bertemu…??

(untuk seorang Tere,yang selalu tau cara bertahan dalam kepedihan sakitnya..)


Jogja,2009